Rabu, 29 Agustus 2012

Karena Tuhan Itu Besar



Pada suatu hari di salah satu cafe di pinggiran kota besar. Duduklah dua orang saling berhadapan dengan dua cangkir kopi panas di depan mereka berdua. Mereka berdua adalah seorang pendeta dan reporter. Si pendeta adalah orang tua berumur enam puluh tahunan dengan rambut ubanan dan garis-garis tipis di wajahnya menggambarkan kebijaksanaan dari pendeta ini. Si reporter adalah seorang wanita muda di pertengahan dua puluh tahunan yang tidak percaya kepada Tuhan dengan tampang tegas yang jelas akan menggali berita hingga akar-akarnya, dan juga dia adalah seorang wanita yang  bersemangat akan pekerjaannya.