Nama dia Michael, orang-orang
biasanya memanggil dia Mike. Mike berusia enam belas tahun dan bersekolah
disalah satu sekolah swata di Jakarta. Berbadan tegap, berambut hitam dan
bermata coklat Mike memiliki perawakan biasa-biasa saja seperti anak remaja
seusianya yang lain. Kehidupan Mike sepertinya juga sama saja seperti anak
lainnya, dia bersekolah, aktif berolahraga dan suka berkumpul bareng
teman-temannya yang lain. Tapi di balik hidupnya yang biasa-biasa saja itu dia
memiliki kelebihan yang luar biasa.
Mike memiliki perkataan yang akan selalu dia
ucapkan sehari seratus kali, perkataan itu adalah "semuanya akan baik-baik
saja". disaat teman-temannya menanyakan mengapa dia suka menggunakan
kata-kata itu, Mike menjawab santai seperti ini "Tidak ada hal buruk yang
tak dapat aku tanggung. Aku percaya semuanya akan selalu baik-baik saja"
Jadilah kata-kata itu menjadi ciri khas Mike. Sekali waktu motor yang sedang
dia kendarai menuju sekolah diserempet motor lain yang kebut-kebutan sehingga
Mike terjatuh dari motornya menyebabkan tangannya patah. Di rumah sakit saat
teman-temannya datang menjenguknya dengan cemas, Mike menatap wajah
teman-temannya yang khawatir itu dengan lengan di perban tebal dan berkata
sambil tersenyum "semuanya akan baik-baik saja".