Nama dia Amanda. Teman-temannya
menjulukinya Amanda yang tegar. Amanda dipanggil begitu bukannya tanpa alasan,
jika dilihat dari segala pergumulan hidupnya yang telah ia lalui hingga
sekarang memang sepertinya dia pantas dijuluki seperti itu. Amanda adalah anak
tunggal, ia telah menjadi yatim piatu sejak berumur enam tahun karena Ayah dan
ibunya meninggal karena kecelakaan mobil. Sejak itu ia tinggal bersama Tante
dan pamannya. Sayang, pada umur sembilan tahun Tante dan pamannya bercerai
sehingga mereka pisah rumah, saat itu Amanda memutuskan untuk tinggal bersama tantenya.
Di
suatu malam saat Amanda berumur sepuluh tahun dan sedang tidur di malam hari,
Amanda mendengar suara letusan tembakan pistol. Terkejut karena suara itu,
Amanda segera keluar dari kamarnya menuju kamar tantenya. Betapa kagetnya
Amanda karena setelah membuka pintu kamar tantenya, dia melihat tantenya telah
meninggal di tempat tidur dengan luka tembakan di dada. Paman Amanda berdiri di
depan mantan istrinya itu sambil memegang pistol yang telah merengut nyawanya.
Amanda kecil hanya bisa menangis sejadi-jadinya melihat pemandangan ini saat
pamannya berkata "Selamat tinggal Amanda..." dan dia mengarahkan
pistol ke kepalanya dan menembak dirinya sendiri.