Mari jujur kepada diri kita masing-masing, sebagai anak Tuhan apakah kita sudah menjadi pribadi seperti yang diingini olehNya? maksudnya begini. Tuhan menciptakan kita untuk menjadi semakin serupa denganNya didalam kehidupan keselamatan kita. Saat pertama kali lahir baru percaya Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, itu artinya kita memasuki kehidupan yang benar-benar sepenuhnya berbeda dari kehidupan kita yang lama. Sebagai manusia ciptaan baru kita merasakan kasih mula-mula yang begitu luar biasa dan berapi-api yang membuat kita begitu bersemangat untuk mengenal Tuhan lebih dekat lagi dari hari ke hari. Dalam kehidupan awal lahir baru, banyak anak-anak Tuhan yang begitu giat menghadiri acara di Gereja, mengambil bagian dalam pelayanan atau membaca Alkitab selama berjam-jam untuk lebih lagi mengenal pribadi Tuhan.
Tapi seiring berjalannya waktu, tanpa kita sadari perlahan-lahan kasih mula-mula itu mulai padam dalam hati kita. Saat berjalan mengiring Yesus dalam kehidupan lahir baru, kita mau tidak mau atau suka tidak suka akan di PROSES. Pengalaman pemprosesan inilah yang seringkali membuat iman anak Tuhan menjadi lemah sehingga kasih mula-mula kita perlahan menghilang. Sebetulnya Proses ini adalah hal wajar yang pasti dihadapin oleh semua murid-murid Tuhan. Suatu kemustahilan jika ada anak Tuhan yang tak pernah diproses, kehidupan Kekristen bukanlah kehidupan tenang, damai dan bebas hambatan dari semua persoalan. Sebaliknya, kehidupan Kekristenan adalah kehidupan yang penuh dengan tantangan dan pengalaman yang menguji iman kita yang dimaksudkan supaya kita dimurnikan, dibersihkan dan dibentuk agar menjadi anak Tuhan yang serupa dengan Yesus.
Tapi seiring berjalannya waktu, tanpa kita sadari perlahan-lahan kasih mula-mula itu mulai padam dalam hati kita. Saat berjalan mengiring Yesus dalam kehidupan lahir baru, kita mau tidak mau atau suka tidak suka akan di PROSES. Pengalaman pemprosesan inilah yang seringkali membuat iman anak Tuhan menjadi lemah sehingga kasih mula-mula kita perlahan menghilang. Sebetulnya Proses ini adalah hal wajar yang pasti dihadapin oleh semua murid-murid Tuhan. Suatu kemustahilan jika ada anak Tuhan yang tak pernah diproses, kehidupan Kekristen bukanlah kehidupan tenang, damai dan bebas hambatan dari semua persoalan. Sebaliknya, kehidupan Kekristenan adalah kehidupan yang penuh dengan tantangan dan pengalaman yang menguji iman kita yang dimaksudkan supaya kita dimurnikan, dibersihkan dan dibentuk agar menjadi anak Tuhan yang serupa dengan Yesus.