Selasa, 30 September 2014

Hidup Dalam Proses

Mari jujur kepada diri kita masing-masing, sebagai anak Tuhan apakah kita sudah menjadi pribadi seperti yang diingini olehNya? maksudnya begini. Tuhan menciptakan kita untuk menjadi semakin serupa denganNya didalam kehidupan keselamatan kita. Saat pertama kali lahir baru percaya Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, itu artinya kita memasuki kehidupan yang benar-benar sepenuhnya berbeda dari kehidupan kita yang lama. Sebagai manusia ciptaan baru kita merasakan kasih mula-mula yang begitu luar biasa dan berapi-api yang membuat kita begitu bersemangat untuk mengenal Tuhan lebih dekat lagi dari hari ke hari. Dalam kehidupan awal lahir baru, banyak anak-anak Tuhan yang begitu giat menghadiri acara di Gereja, mengambil bagian dalam pelayanan atau membaca Alkitab selama berjam-jam untuk lebih lagi mengenal pribadi Tuhan.

 Tapi seiring berjalannya waktu, tanpa kita sadari perlahan-lahan kasih mula-mula itu mulai padam dalam hati kita. Saat berjalan mengiring Yesus dalam kehidupan lahir baru, kita mau tidak mau atau suka tidak suka akan di PROSES. Pengalaman pemprosesan inilah yang seringkali membuat iman anak Tuhan menjadi lemah sehingga kasih mula-mula kita perlahan menghilang. Sebetulnya Proses ini adalah hal wajar yang pasti dihadapin oleh semua murid-murid Tuhan. Suatu kemustahilan jika ada anak Tuhan yang tak pernah diproses, kehidupan Kekristen bukanlah kehidupan tenang, damai dan bebas hambatan dari semua persoalan. Sebaliknya, kehidupan Kekristenan adalah kehidupan yang penuh dengan tantangan dan pengalaman yang menguji iman kita yang dimaksudkan supaya kita dimurnikan, dibersihkan dan dibentuk agar menjadi anak Tuhan yang serupa dengan Yesus.


Senin, 15 September 2014

Penyembahan

Tuhan menciptakan kita sebagai gambaran dari diriNya sendiri. Kita diciptakan begitu spesial dan unik. Tak ada mahkluk yang begitu disayangi oleh Tuhan seperi Dia mengasihi kita. Hal ini telah dibuktikannya saat Ia meninggalkan surga, masuk kedalam dunia untuk menyelamatakan kita semua yang berdosa. Tahukah kamu jika jarak yang ditempuh Tuhan dari surga menuju bumi itu sangat, sangat jauh? Seorang ayah yang rindu untuk bertemu anaknya mungkin rela menempuh jarak dari ujung aceh sampai ujung papua hanya untuk memeluk anaknya itu.

 Tapi Tuhan menempuh jarak lebih jauh dari itu hanya untuk mencari hati manusia! Meninggalkan surga untuk datang kebumi adalah harga sangat mahal yang telah Tuhan bayar untuk menebus kita manusia yang berdosa. Jadi persembahan apa yang pantas kita berikan pagi Penebus dosa kita itu? Jawabannya adalah PENYEMBAHAN. Ada satu hal yang tak dapat dilakukan Tuhan, yaitu menyembah DiriNya Sendiri. Para malaikat memang ada untuk memuji namaNya setiap waktu di surga tapi malaikat tidak sama dengan manusia, karena Tuhan tidak pernah mati untuk malaikat, Dia mati untuk kita manusia. 


Pikirkan ini sejenak, Tuhan bisa memilih untuk tinggal dimana saja di seluruh planet dialam semesta. Tapi tempat yang Ia pilih untuk tinggal adalah HATI manusia. Bukankah ini alasan yang cukup bagi kita untuk menyembahNya? Malaikat adalah mahluk kudus, tapi malaikat bukanlah mahluk yang ditebus. Malaikat tidak memanggil Tuhan dengan sebutan "Bapa" dan saat malaikat membuat kesalahan, dia dibuang dari surga. Tapi apa yang dilakukan Tuhan saat kita manusia berdosa? Iya... saat kita berdosa, Dialah yang turun dari surga dan mencari kita sehingga kita bisa memanggilNya dengan sebutan Bapa.

Maka menyembahlah dengan ketulusan dan kekaguman terhadap Tuhan. Saat kita menyembah, Tuhan dan seisi surga menyaksikannya karena itulah yang Tuhan nantikan dari kita semua anak-anakNya. Penyembahan bukanlah rutinitas tapi bentuk ucapan syukur dan cara kita untuk berhubungan dengan Tuhan. Maka jadikan penyembahan sebagai gaya hidup kita dan lihatlah, perkara-perkara besar akan kita raih bersama dengan Tuhan.


Yohanes 4:24  Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."


Ditulis oleh: Thomas Mulia. Contributor @GodBesideUs