Filipi 2:5-8 "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."
Kita pastinya berfikir dahulu sebelum mengambil suatu tindakan. Jika kita ingin pergi kesuatu kota yang jauh untuk menemui seseorang, tentu kita akan menghubungi orang itu terlebih dahulu dan mengabari dia jika kita akan datang ke tempatnya. Jika kita pergi menemui orang itu tanpa pernah menghubunginya dan mendapati rumahnya kosong begitu kita sampai kesana, tentu saja perjalanan jauh itu akan menjadi sia-sia.
Atau mungkin, kita telah menghubungi orang itu sebelum kita berangkat menemuinya, tapi ternyata saat dihubungi orang itu menolak untuk menemui kita. Nah, bukannya mengurungkan niat kita untuk pergi ke tempat orang yang telah menolak kedatangan kita itu, kita malah tetap ngotot pergi kesana dengan mengetahui jika pintu rumah orang itu tak akan pernah dibuka untuk kita saat kita sampai kesana. Bukankah ini hal yang sangat aneh untuk dilakukan?
Kenyataannya hal aneh dan tak masuk akal seperti cerita diataslah yang telah dilakukan Tuhan untuk kita. Ayat diatas dengan jelas mengatakan, jika Tuhan Yesus datang mengosongkan DiriNya sendiri sebagai Allah untuk menjadi sama dengan manusia dan mati diatas kayu salib untuk menebus dosa kita semua. Apakah sebelum menempuh jarak yang begitu jauh antara surga dan bumi, Tuhan tak berfikir sejenak dan bertanya "Bagaimana jika manusia tak menerima keselamatan yang akan Aku berikan? "
Kenyataannya adalah, Tuhan tetap mau datang menjadi manusia dan menebus dosa kita dengan mengetahui jika kita mungkin saja tak pernah menerima keselamatan yang dibawa olehNya melalui pengorbanan diatas kayu salib. Bukankah ini hal yang luar biasa? Kasih Tuhan begitu luar biasa dan tak masuk akal! Dia rela mengambil resiko untuk ditolak oleh milik kepunyaanNya sendiri dan tidak dipedulikan oleh mereka yang akan diselamatkan oleh diriNya. Tapi walau begitu, penolakan yang mungkin Ia dapat tak menghalangi diriNya untuk tetap datang dan menebus dosa kita.
Tuhan tahu, akan ada orang-orang yang tak akan mengucapkan terima kasih kepadaNya saat diselamatkan. Tuhan pasti sadar bahwa bagi sebagian orang keselamatan yang telah Dia berikan dengan harga yang mahal tak akan pernah dianggap penting. Tuhan juga pasti mengerti, saat Dia datang membawa keselamatan kepada dunia akan ada orang-orang yang menolak keselamatanNya itu dan pergi berpaling dariNya. Tapi tetap saja, Tuhan datang kedalam dunia ini mengambil rupa seorang hamba untuk melayani orang-orang yang menolak dan berlaku jahat padaNya selama ini.
Kasih Tuhan yang tak masuk akal inilah yang harus kita terima dan bagikan pada mereka yang belum mengenal Tuhan. Puji Tuhan kita telah dipilih olehNya menjadi anak-anakNya. Maka sebagai anak-anakNya kita juga wajib melakukan hal yang sama seperti yang telah Tuhan lakukan. Kita harus memberitakan kasihNya pada orang lain walau mengetahui bahwa mungkin orang itu akan menolak berita keselamatan yang kita bawa.
Kita harusnya menjadi instrumen alat musik ditangan Tuhan. Kita perlu memastikan semua komponen dalam diri kita berfungsi dengan baik jadi saat Tuhan memakai diri kita sebagai alat musik olehNya kita tak akan menghasilkan suara cempreng sehingga menjadi alat musik yang tak ada gunanya ditangan TuanNya. Maka dari itu, bersiaplah selalu untuk dipakai Tuhan untuk memberitakan namaNya. Jangan pernah lelah mengabarkan kabar baik dan menguatkan iman sesama saudara seiman. Karena kasih keselamatan tak masuk akal yang telah kita terima dari Tuhan harus kita bagikan juga pada mereka yang belum mengenal Yesus dan kasih keselamatanNya ini.
Roma 10:14-15 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"
Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"
Ditulis Oleh: Thomas Mulia
0 comments:
Posting Komentar