Jumat, 01 Februari 2013

Semuanya Akan Baik-baik Saja



Nama dia Michael, orang-orang biasanya memanggil dia Mike. Mike berusia enam belas tahun dan bersekolah disalah satu sekolah swata di Jakarta. Berbadan tegap, berambut hitam dan bermata coklat Mike memiliki perawakan biasa-biasa saja seperti anak remaja seusianya yang lain. Kehidupan Mike sepertinya juga sama saja seperti anak lainnya, dia bersekolah, aktif berolahraga dan suka berkumpul bareng teman-temannya yang lain. Tapi di balik hidupnya yang biasa-biasa saja itu dia memiliki kelebihan yang luar biasa.



 Mike memiliki perkataan yang akan selalu dia ucapkan sehari seratus kali, perkataan itu adalah "semuanya akan baik-baik saja". disaat teman-temannya menanyakan mengapa dia suka menggunakan kata-kata itu, Mike menjawab santai seperti ini "Tidak ada hal buruk yang tak dapat aku tanggung. Aku percaya semuanya akan selalu baik-baik saja" Jadilah kata-kata itu menjadi ciri khas Mike. Sekali waktu motor yang sedang dia kendarai menuju sekolah diserempet motor lain yang kebut-kebutan sehingga Mike terjatuh dari motornya menyebabkan tangannya patah. Di rumah sakit saat teman-temannya datang menjenguknya dengan cemas, Mike menatap wajah teman-temannya yang khawatir itu dengan lengan di perban tebal dan berkata sambil tersenyum "semuanya akan baik-baik saja".


Pernah juga di waktu yang lain teman wanita Mike mendatanginya dan curhat sambil menangis menceritakan kalo dia baru diputusin pacarnya. Mike yang mendengar ceritanya dengan sabar sampai akhir, berkata pada temannya itu saat dia selesai bercerita "semuanya akan baik-baik saja". Perkataan Mike ini langsung membuat teman wanitanya itu tersenyum menghapus airmatanya. Waktu di rumah, saat orang tuanya Mike sedang bertengkar dan meneriaki satu sama lain, Mike akan memanggil adiknya yang masih kecil dan berkata padanya "semuanya akan baik-baik saja" sambil memeluknya.

 Sepertinya Mike memiliki caranya sendiri dalam menyikapi suatu permasalahan. Dia banyak tersenyum, jarang terlihat kesal atau marah dan juga entah kenapa hidupnya terlihat lebih bahagia dibanding anak lainnya walaupun Mike tidak lebih kaya, pintar atau berbakat dibanding anak-anak lainnya. Sikapnya ini yang selalu memandang semua hal itu baik, membuat dia memiliki banyak sahabat.

 Orang-orang suka bergaul dengan Mike karena sikap positivenya ini, Mike seperti penyemangat bagi mereka. Disaat ulangan dan dirinya mendapat nilai jelek dan harus ikut remedial, dia akan memandangi kertas ulangannya yang bernilai empat dengan tinta merah itu dan berkata pada dirinya sendiri "semuanya akan baik-baik saja" dia juga akan melakukan hal yang sama pada temannya. Saat Mike tahu, salah orang sahabatnya mendapat nilai jelek, Mike akan menghampiri temannya itu, menepuk pundaknya dan berkata "semuanya akan baik-baik saja".

Tapi sayang teman-temannya tak bisa mendengar suara mantap Mike yang berkata "semuanya akan baik-baik saja" lagi. Mike telah meninggal, tepat saat hari terakhir ujian kelulusan sekolah, Mike dilarikan ke rumah sakit karena dirinya kejang-kejang di rumah saat sedang mandi. Kata dokter, Mike menderita kanker otak stadium akhir. Teman-teman yang datang menjenguknya saat itu sangat sedih melihat keadaan Mike disaat-saat terakhir.

 Rambut Mike botak karena kemoterapi, kakinya lumpuh bahkan penglihatannyapun kabur membuat Mike hampir buta. Kalian tahu apa yang dikatakan Mike pada teman-temannya itu untuk menghibur mereka? Iya.. Dengan air mata mengalir dari mata menuju pipinya Mike berusaha untuk tetap tersenyum dan berkata pada mereka "Semuanya akan baik-baik saja." Di hari terakhir hidupnya, Michael membaca Alkitab miliknya dengan susah payah karena matanya yang rabun dan menemukan ayat Filipi 4:4 yang tertulis;  "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!"

Jadi.......

Dimana kamu berada sekarang berada teman-teman? Dalam kekecewaan? Keputusasaan? Atau kepahitan? Memang temen-temen Hidup ini sulit. Dan akan bertambah sulit jika kita ga memiliki sikap untuk mensyukuri apa yang telah kita punya. Ingatlah selalu, disaat orang tuamu sedang bertengkar, kamu diputusin pacar, nilai ulanganmu jelek, kamu ga punya uang atau kamu sedang berada di keadaan yang begitu berat dan menyedihkan.

 Ambil waktu sejenak disemua keadaan itu untuk menutup mata dan katakan pada dirimu sendiri "semuanya akan baik-baik saja" Jangan khawatir, Tuhan tahu apa yang sedang Ia perbuat dihidupmu. Walau kita ga bisa ngerti semua rencanaNya tapi kita bisa percaya sepenuhnya kalo apapun yang sedang Ia perbuat dalam hidup kita adalah demi kebaikan kita. Bersabarlah, nantikan Tuhan. Tuhan menyayangiMu dan tak akan pernah meninggalkanmu sendirian. Dia baik dan akan selalu baik. Sadarilah di dalam Tuhan pada akhirnya, semuanya akan baik-baik saja :)

Ditulis Oleh: Thomas Mulia. Contributor @GodBesideUs

2 komentar: