Matius 27:17 Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?"
Saat itu sudah menjadi kebiasaan bagi bangsa Yahudi untuk membebaskan seorang tawanan di hari-hari raya yang diadakan orang Israel. Disanalah berdiri dua orang diantara Pilatus diatas mimbar, seorang yang bernama Barabas dan Tuhan Yesus sendiri. Pilatus meminta rakyat memilih diantara dua orang ini untuk dibebaskan pada hari itu. Bukankah ini sangat tidak adil? Seorang juruselamat dunia disejajarkan oleh seorang pemberontak dan pembunuh. Apa yang telah dilakukan Tuhan Yesus selain menyembuhkan orang sakit? Atau membebaskan orang yang kerasukan roh jahat? Dan juga membangkitkan orang mati? Tapi disanalah Ia berdiri bersama Pilatus dan seorang keji bernama Barabas menunggu keputusan rakyat. Saat rakyat Israel yang telah buta itu memilih Barabas untuk dibebaskan, rantai yang membelenggu tangannya pun dilepaskan dan Barabas dengan bersukacita turun dari mimbar penghakiman itu sebagai orang bebas dan pergi meninggalkan Tuhan Yesus sendiri diatas mimbar itu.
Sabtu, 08 November 2014
Dimmite
Thomas Mulia
Sabtu, November 08, 2014
No comments
David mengutuki kebodohannya sendiri. Dia sedang
mengandarai Mobil sedannya dengan kecepatan tinggi ditengah guyuran hujan. Saat
itu David sedang berada ditengah kota New York pada jam pulang kantor.
Dimana-mana terlihat orang-orang dengan pakaian kantor keluar lalu lalang dari
gedung-gedung khas kota metropolis itu dengan tergesa-gesa. Hari ini bisa
dibilang hari terburuk dalam hidup David. Saham sedang kacau balau, NASDAQ yang
merupakan bursa saham terbesar AS dikabarkan hari ini turun lebih dari tujuh
persen yang menandakan Amerika Serikat sedang menghadapi jurang resesi lagi.
David bekerja sebagai konsultan keuangan di salah satu perusahaan terbesar di
New York, jadi berita jatuhnya bursa saham AS sudah cukup membuat dirinya down.
Siang tadi saat David sedang makan siang di restoran
yang ada dilantai dasar kantornya, tiba-tiba rekan sekantornya mendatanginya
dan memberitahu jika Boss meminta David untuk segera menemuinya. David yang
baru memakan tiga sendok saladnya, langsung menuju lift untuk menghadap bossnya
itu. Didepan ruangan bossnya, David mengetuk dan mendengar suara “Masuklah..”
dari dalam ruangan.
Langganan:
Komentar (Atom)