Sabtu, 08 November 2014

Yesus Mengasihi Barabas

Matius 27:17  Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?"

Saat itu sudah menjadi kebiasaan bagi bangsa Yahudi untuk membebaskan seorang tawanan di hari-hari raya yang diadakan orang Israel. Disanalah berdiri dua orang diantara Pilatus diatas mimbar, seorang yang bernama Barabas dan Tuhan Yesus sendiri. Pilatus meminta rakyat memilih diantara dua orang ini untuk dibebaskan pada hari itu. Bukankah ini sangat tidak adil? Seorang juruselamat dunia disejajarkan oleh seorang pemberontak dan pembunuh. Apa yang telah dilakukan Tuhan Yesus selain menyembuhkan orang sakit? Atau membebaskan orang yang kerasukan roh jahat? Dan juga membangkitkan orang mati? Tapi disanalah Ia berdiri bersama Pilatus dan seorang keji bernama Barabas menunggu keputusan rakyat. Saat rakyat Israel yang telah buta itu memilih Barabas untuk dibebaskan, rantai yang membelenggu tangannya pun dilepaskan dan Barabas dengan bersukacita turun dari mimbar penghakiman itu sebagai orang bebas dan pergi meninggalkan Tuhan Yesus sendiri diatas mimbar itu.

Dimmite



David mengutuki kebodohannya sendiri. Dia sedang mengandarai Mobil sedannya dengan kecepatan tinggi ditengah guyuran hujan. Saat itu David sedang berada ditengah kota New York pada jam pulang kantor. Dimana-mana terlihat orang-orang dengan pakaian kantor keluar lalu lalang dari gedung-gedung khas kota metropolis itu dengan tergesa-gesa. Hari ini bisa dibilang hari terburuk dalam hidup David. Saham sedang kacau balau, NASDAQ yang merupakan bursa saham terbesar AS dikabarkan hari ini turun lebih dari tujuh persen yang menandakan Amerika Serikat sedang menghadapi jurang resesi lagi. David bekerja sebagai konsultan keuangan di salah satu perusahaan terbesar di New York, jadi berita jatuhnya bursa saham AS sudah cukup membuat dirinya down.

Siang tadi saat David sedang makan siang di restoran yang ada dilantai dasar kantornya, tiba-tiba rekan sekantornya mendatanginya dan memberitahu jika Boss meminta David untuk segera menemuinya. David yang baru memakan tiga sendok saladnya, langsung menuju lift untuk menghadap bossnya itu. Didepan ruangan bossnya, David mengetuk dan mendengar suara “Masuklah..” dari dalam ruangan.