Senin, 27 Mei 2013

CROSS



Malam yang gelap menyelimuti saat aku sedang merenung. Tetesan air hujan kudengar saat air dari langit itu jatuh menghantam tanah. Aku sendirian memandang jendela dan hanya bisa melihat kegelapan melaluinya. Begitu sepi, aku tak bisa mendengar suara apapun selain hembusan nafasku sendiri. Aku mencoba memejamkan mataku sejenak untuk menyelami lebih dalam keheningan ini. Seharian mendengar kebisingan kota metropolis yang sepertinya tak ada habisnya membuatku menghargai keheningan yang bisa aku dapat sekarang. Setelah puas merasakan keheningan malam, aku membuka mataku dan memandang ke depan. Kulihat Alkitab didepan mejaku dan mengambilnya untuk membacanya.



Sebenarnya ini bukan hal yang biasa aku lakukan, dilihat dari Alkitabku yang terlihat masih baru padahal telah kubeli sejak 5 tahun yang lalu membuktikan aku jarang sekali membukanya. Tapi entah mengapa malam itu aku terdorong untuk membuka kembali Alkitabku dan membacanya secara acak. Saat tanganku membalik-balikan halamannya secara asal saja, jari-jariku terhenti di kitab 1 Petrus ayat 24 yang tertulis “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” Aku membaca ayat ini berulang-ulang dalam hati, dan mencoba merenungkannya.

Minggu, 24 Maret 2013

You Will Never Walk Alone



Nama dia Amanda. Teman-temannya menjulukinya Amanda yang tegar. Amanda dipanggil begitu bukannya tanpa alasan, jika dilihat dari segala pergumulan hidupnya yang telah ia lalui hingga sekarang memang sepertinya dia pantas dijuluki seperti itu. Amanda adalah anak tunggal, ia telah menjadi yatim piatu sejak berumur enam tahun karena Ayah dan ibunya meninggal karena kecelakaan mobil. Sejak itu ia tinggal bersama Tante dan pamannya. Sayang, pada umur sembilan tahun Tante dan pamannya bercerai sehingga mereka pisah rumah, saat itu Amanda memutuskan untuk tinggal bersama tantenya.

Di suatu malam saat Amanda berumur sepuluh tahun dan sedang tidur di malam hari, Amanda mendengar suara letusan tembakan pistol. Terkejut karena suara itu, Amanda segera keluar dari kamarnya menuju kamar tantenya. Betapa kagetnya Amanda karena setelah membuka pintu kamar tantenya, dia melihat tantenya telah meninggal di tempat tidur dengan luka tembakan di dada. Paman Amanda berdiri di depan mantan istrinya itu sambil memegang pistol yang telah merengut nyawanya. Amanda kecil hanya bisa menangis sejadi-jadinya melihat pemandangan ini saat pamannya berkata "Selamat tinggal Amanda..." dan dia mengarahkan pistol ke kepalanya dan menembak dirinya sendiri.

Senin, 18 Maret 2013

Maafkan aku Yesus



Maafkan aku Yesus atas segala dosa yang aku perbuat. Maafkan aku Yesus untuk segala pelanggaran yang aku lakukan dihadapanMu. Maafkan aku Yesus disaat aku menghakimi sesamaku dan menilainya seolah-olah aku lebih baik dari mereka. Maafkan aku Yesus karena menjadi orang tak tau terima kasih yang tak mau mengucap syukur padaMu. Maafkan aku Yesus karena telah menukarkanMu dengan kesenangan dunia.

Maafkan aku Yesus karena bukannya menjadi terang aku malah membiarkan diriku diselimuti bermacam-macam kegelapan seperti kepahitan, kebencian, kemarahan, dendam dan hal-hal lainnya yang hanya merusak diriku sendiri. Maafkan aku Yesus jika aku kecanduan melakukan hal-hal yang tak berkenan di hadiratMu. Pornografi, Rokok, narkoba, kecendrungan suka menyakiti hati orang lain, suka berbohong, sering memfitnah dan semua bentuk kecanduan lainnya yang menjadi kebiasaan buruk bagiku, maaf Yesus untuk itu semua.

Tapi bagaimanapun...

Jumat, 01 Februari 2013

Semuanya Akan Baik-baik Saja



Nama dia Michael, orang-orang biasanya memanggil dia Mike. Mike berusia enam belas tahun dan bersekolah disalah satu sekolah swata di Jakarta. Berbadan tegap, berambut hitam dan bermata coklat Mike memiliki perawakan biasa-biasa saja seperti anak remaja seusianya yang lain. Kehidupan Mike sepertinya juga sama saja seperti anak lainnya, dia bersekolah, aktif berolahraga dan suka berkumpul bareng teman-temannya yang lain. Tapi di balik hidupnya yang biasa-biasa saja itu dia memiliki kelebihan yang luar biasa.



 Mike memiliki perkataan yang akan selalu dia ucapkan sehari seratus kali, perkataan itu adalah "semuanya akan baik-baik saja". disaat teman-temannya menanyakan mengapa dia suka menggunakan kata-kata itu, Mike menjawab santai seperti ini "Tidak ada hal buruk yang tak dapat aku tanggung. Aku percaya semuanya akan selalu baik-baik saja" Jadilah kata-kata itu menjadi ciri khas Mike. Sekali waktu motor yang sedang dia kendarai menuju sekolah diserempet motor lain yang kebut-kebutan sehingga Mike terjatuh dari motornya menyebabkan tangannya patah. Di rumah sakit saat teman-temannya datang menjenguknya dengan cemas, Mike menatap wajah teman-temannya yang khawatir itu dengan lengan di perban tebal dan berkata sambil tersenyum "semuanya akan baik-baik saja".

Jumat, 25 Januari 2013

The Greatest Love



Semuanya berawal di sebuah kota besar metropolitan. Disebuah Apartemen di tengah kota itu tinggalah satu keluarga kecil yang suami dan istrinya memiliki sepasang anak kembar perempuan. Kedua anak kembar perempuan itu memiliki rambut hitam sebahu, mata coklat dan kulit putih, Mereka berdua biasanya selalu bermain bersama-sama. Mereka berdua adalah anak yang cantik, Tapi masalahnya saat mereka bermain bersama, mereka berdua selalu bertengkar. Si kakak kembar pertama bernama Amanda adalah anak yang baik hati. Biasanya Amanda yang selalu mengalah saat adik kembarannya bernama Anita memulai ulahnya. Amanda dan Anita walaupun kembar identik tapi sifat mereka bagaikan langit dan bumi.



Amanda adalah tipe kakak yang selalu berusaha menjaga adiknya, dia dengan senang hati akan membagikan kue miliknya dengan Anita jika Anita memintanya, dan juga saat jalan-jalan ke mall Amanda akan berusaha menggandeng tangan Anita dengan erat untuk memastikan mereka selalu bersama-sama dan tak terpencar. Tapi Anita tidak seperti itu, dari kecil dia telah menjadi pemberontak alami. Dia senang melawan orang tuanya dan sangat sulit diatur. Seringkali sifat buruk Anita ini membawa Amanda dalam kesulitan juga.

Minggu, 20 Januari 2013

GABY



Ijinin gw kenalin kalian ama sahabat gw. Nama dia Gaby, Gaby yang aneh. Temen-temen gw yang lain biasanya bakal ngejahuin dia. Bukan cuma jauhin, ngeliat dia aja males. Sering waktu Gaby lagi jalan di lorong sekolah, orang-orang bakal nyingkir ke pojokan lorong buat kasih Gaby jalan.

 Dia udah kaya orang kena sakit kusta aja, ga ada yang mau temenan ama dia. Dia dibilang ga gaul, sok exclusive, sombong. Trus lagi Si Gaby ini ga punya HP canggih, bukannya dia ga punya uang, tapi dulu waktu ditanya kenapa HP yang dia pake model lama dia cuma jawab "Semua yang gw butuhin bisa di lakuin HP ini kok" woi, hari gini pake HP cuma bisa telpon ama sms, apa-apaan.


Your Plan Is Not My Plan



Seorang wanita yang bernama Pattie mengalami pelecehan seksual sejak berumur 5 tahun. Ia tidak berani mengadukan nasibnya kepada pihak yang berwajib hingga akhirnya ia melarikan diri ke dunia narkoba.
Pada usia 15 tahun ia hidup dijalanan dengan bergelimang dosa. Dan ketika berusia 17 tahun ia berusaha untuk bunuh diri dengan cara menabrakkan dirinya ke truk yang sedang melaju. Alhasil truk berhasil menghindar.


Ia berhasil dibawa kerumah sakit. Namun tidak ada teman-teman maupun keluarga yang menjenguknya,karna memang ia tidak memiliki keluarga saat itu. Sampai akhirnya pada suatu hari seorang pemimpin anak-anak muda dari suatu gereja datang mengunjunginya. Ia  membawakan bunga dan berkata, “Tuhan menyuruh saya datang membawa bunga mawar ini kepadamu dan Dia mau berkata bahwa Dia melihatmu sama seperti Dia melihat bunga yang indah ini. Kamu berharga dan sangat indah dimataNya nak.”

Senin, 14 Januari 2013

Hidup itu Pilihan



Saya adalah anak haram!”. Kata seorang wanita yang sedang memperkenalkan diri di suatu konfrensi mahasiswa satu universitas terkenal di Amerika Serikat pada tahun 70-an.
“Ibu saya adalah seorang bisu tuli yang sangat miskin. Ibu dulu diperkosa oleh seorang pria dan melahirkan saya. Oleh dari itu sampai detik ini saya tidak pernah tahu siapa sebenarnya ayah saya. Kami hidup dengan sangat berkekurangan.sehingga diusia saya yang masih sangat muda,saya harus berkerja bersama dengan ibu sebagai buruh kasar disatu perkebunan kapas. 





Saya benci keadaan saya dan juga kecewa dengan Tuhan. Karna menurut saya Dia sepertinya tidak adil. Dari sekian banyak anak-anak yang ada di dunia ini,mengapa harus saya yang mengalami keadaan sepahit ini. Saya tidak dapat memahami mengapa saya harus dilahirkan di dunia ini, sedangkan saya tidak berguna sama sekali. Tapi suatu hari saya tiba-tiba mendengar suara hati saya berkata , “Kamu sebenarnya bisa saja memilih, memilih untuk keluar atau tetap dalam keadaan tidak berguna seperti ini”. Dan jelas saya pun memilih untuk keluar dari keadaan seperti ini.

Rabu, 09 Januari 2013

The Voice of God




Perjalanan itu adalah perjalanan yang berat. Amanda sudah melangkah lebih kurang dua puluh menit dan masih belum mencapai tempat yang ingin ia tuju. Di malam yang dingin, Amanda memeluk dirinya sendiri didalam jaketnya. Jalanan sudah sepi, Amanda yang berjalan di trotoar sesekali melihat hanya ada beberapa mobil yang lewat di jalan raya. Amanda melihat jamnya yang telah menunjukkan pukul setengah sebelas malam dan memutuskan untuk istirahat sejenak di kursi taman yang sedang ia lewati. Di kursi taman itu dia kembali mengatakan pada dirinya sendiri berulang-ulang, sebentar lagi Amanda, sebentar lagi semuanya akan selesai, Tak akan ada lagi tangisan dan kekecewaan.



 Disaat ia sedang tenggelam dalam lamunannya munculah sesosok pria yang berjalan melewatinya, Amanda tadinya tak terlalu memperhatikan pria berbadan besar dengan menggunakan jaket coklat itu hingga pria itu menjatuhkan sebuah buku kecil dari tangannya tepat di depan Amanda. Disaat melihat buku yang dipegang pria itu jatuh, Amanda langsung berkata "hei, Pak buku anda jatuh.." tapi Pria itu tidak benghiraukan Amanda dan terus melangkah menjauh dan menghilang dalam kegelapan malam. Tadinya Amanda mau mengejar pria itu untuk mengembalikan bukunya, tapi dia pikir peduli amat. Aku sudah memanggilnya tapi dia tidak menghiraukan aku, biar saja dia mengambil bukunya sendiri bila ia mau, kata Amanda pada dirinya sendiri.