Senin, 14 Januari 2013

Hidup itu Pilihan



Saya adalah anak haram!”. Kata seorang wanita yang sedang memperkenalkan diri di suatu konfrensi mahasiswa satu universitas terkenal di Amerika Serikat pada tahun 70-an.
“Ibu saya adalah seorang bisu tuli yang sangat miskin. Ibu dulu diperkosa oleh seorang pria dan melahirkan saya. Oleh dari itu sampai detik ini saya tidak pernah tahu siapa sebenarnya ayah saya. Kami hidup dengan sangat berkekurangan.sehingga diusia saya yang masih sangat muda,saya harus berkerja bersama dengan ibu sebagai buruh kasar disatu perkebunan kapas. 





Saya benci keadaan saya dan juga kecewa dengan Tuhan. Karna menurut saya Dia sepertinya tidak adil. Dari sekian banyak anak-anak yang ada di dunia ini,mengapa harus saya yang mengalami keadaan sepahit ini. Saya tidak dapat memahami mengapa saya harus dilahirkan di dunia ini, sedangkan saya tidak berguna sama sekali. Tapi suatu hari saya tiba-tiba mendengar suara hati saya berkata , “Kamu sebenarnya bisa saja memilih, memilih untuk keluar atau tetap dalam keadaan tidak berguna seperti ini”. Dan jelas saya pun memilih untuk keluar dari keadaan seperti ini.


Hingga akhirnya wanita ini mulai berkerja dengan giat untuk mencari uang demi membiayai sekolah dan juga kehidupannya dengan ibunya.
Dan siapakah wanita ini sebenarnya? Apakah dia gelandangan? Atau berandalan?  Tentu saja bukan. Ia adalah Azie Taylor Morton. Jika kita belum penah mendengar namanya, ia adalah Mentri Keuangan Amerika Serikat dizaman presiden Jimmy Carter.
Hebatnya,sampai saat ini, ia adalah satu-satunya wanita kulit hitam yang pernah menduduki jabatan sangat penting itu!

Guys,terkadang kita kerap mendengar ungkapan bahwa hidup itu merupakan sebuah pilihan. Ingin menjadi seperti apa diri kita kelak, itu ditentukan dari pilihan kita dan bukan pilihan orang lain! Sama seperti Azie Taylor Morton.

Mungkin saja hari ini, hidup kita masih buram, Mungkin keadaan latar belakang kita buruk,mungkin keadaan kita sulit dan mungkin saja lingkungan sekitar kita seolah tidak ada harapan lagi.
Tapi satu hal yang kita harus tetap ingat adalah ketika kita sudah memilih berjalan di jalan yang sudah Tuhan tetapkan dan Tuhan rencanakan untuk kita maka kita sudah memilih masa depan yang penuh harapan.

Apalagi jika keadaan dan latar belakangmu masih jauh lebih baik dibandingkan dengan Azie Taylor Morton.
Ayo guys,mulai dari sekarang serahkan saja hal-hal buruk yang masih mampu membayangimu dan menghambat langkahmu untuk maju ke depan, ke dalam tanganNya. Jangan mau dikalahkan dah terus terpuruk dalam penyesalan masa lalu yang sudah tidak dapat diubah.
Tetapi ingatlah masa depan kita yang masih bisa berubah. Dan itu dimulai dari keputusanmu hari ini!!


Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. ( Ibrani 11 : 1 )  


Ditulis oleh: Agatha Johanna, follow her on Twitter @AgathaJohannaa

0 comments:

Posting Komentar