“Saya
adalah anak haram!”. Kata seorang wanita yang sedang memperkenalkan diri di
suatu konfrensi mahasiswa satu universitas terkenal di Amerika Serikat pada
tahun 70-an.
“Ibu
saya adalah seorang bisu tuli yang sangat miskin. Ibu dulu diperkosa oleh
seorang pria dan melahirkan saya. Oleh dari itu sampai detik ini saya tidak
pernah tahu siapa sebenarnya ayah saya. Kami hidup dengan sangat
berkekurangan.sehingga diusia saya yang masih sangat muda,saya harus berkerja
bersama dengan ibu sebagai buruh kasar disatu perkebunan kapas.
Saya
benci keadaan saya dan juga kecewa dengan Tuhan. Karna menurut saya Dia
sepertinya tidak adil. Dari sekian banyak anak-anak yang ada di dunia ini,mengapa
harus saya yang mengalami keadaan sepahit ini. Saya tidak dapat memahami
mengapa saya harus dilahirkan di dunia ini, sedangkan saya tidak berguna sama
sekali. Tapi suatu hari saya tiba-tiba mendengar suara hati saya berkata ,
“Kamu sebenarnya bisa saja memilih, memilih untuk keluar atau tetap dalam
keadaan tidak berguna seperti ini”. Dan jelas saya pun memilih untuk keluar
dari keadaan seperti ini.
Hingga
akhirnya wanita ini mulai berkerja dengan giat untuk mencari uang demi
membiayai sekolah dan juga kehidupannya dengan ibunya.
Dan
siapakah wanita ini sebenarnya? Apakah dia gelandangan? Atau berandalan? Tentu saja bukan. Ia adalah Azie Taylor Morton. Jika kita
belum penah mendengar namanya, ia adalah Mentri Keuangan Amerika Serikat
dizaman presiden Jimmy Carter.
Hebatnya,sampai
saat ini, ia adalah satu-satunya wanita kulit hitam yang pernah menduduki
jabatan sangat penting itu!
Guys,terkadang
kita kerap mendengar ungkapan bahwa hidup itu merupakan sebuah pilihan. Ingin
menjadi seperti apa diri kita kelak, itu ditentukan dari pilihan kita dan bukan
pilihan orang lain! Sama seperti Azie Taylor Morton.
Mungkin
saja hari ini, hidup kita masih buram, Mungkin keadaan latar belakang kita
buruk,mungkin keadaan kita sulit dan mungkin saja lingkungan sekitar kita
seolah tidak ada harapan lagi.
Tapi
satu hal yang kita harus tetap ingat adalah ketika kita sudah memilih berjalan
di jalan yang sudah Tuhan tetapkan dan Tuhan rencanakan untuk kita maka kita
sudah memilih masa depan yang penuh
harapan.
Apalagi
jika keadaan dan latar belakangmu masih jauh lebih baik dibandingkan dengan
Azie Taylor Morton.
Ayo
guys,mulai dari sekarang serahkan saja hal-hal buruk yang masih mampu
membayangimu dan menghambat langkahmu untuk maju ke depan, ke dalam tanganNya.
Jangan mau dikalahkan dah terus terpuruk dalam penyesalan masa lalu yang sudah
tidak dapat diubah.
Tetapi
ingatlah masa depan kita yang masih bisa berubah. Dan itu dimulai dari
keputusanmu hari ini!!
Iman
adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala
sesuatu yang tidak kita lihat. ( Ibrani 11 : 1 )
Ditulis oleh: Agatha Johanna, follow her on Twitter @AgathaJohannaa


0 comments:
Posting Komentar