Senin, 01 Desember 2014

ChesseBurger

Nama dia adalah Michael. Tak memakai alas kaki, baju yang robek sana sini dan wajah yang kotor adalah penampilan Michael sehari-sehari. Michael berumur delapan tahun, Dia adalah anak seorang pemulung yang sehari-hari membantu ayahnya mencari sampah atau mengemis di lampu merah yang ada didekat rumahnya. Pada hari minggu, Michael akan duduk-duduk dekat Gereja dan mengemis disitu. Para jemaat yang biasanya lalu lalang didepan Gereja itu memberikan uang dengan jumlah lumayan pada Michael tiap minggunya. Jadi hari minggu adalah salah satu hari yang biasanya ditunggu-tunggu oleh Michael, karena setiap kali dia habis mengemis di depan Gereja itu, dia bisa membeli cheese Burger kesukaannya di restoran cepat saji dekat situ. Ya, bagi Michael bisa makan Cheese Burger kesukaannya adalah hal mewah yang tak bisa ia dapat tiap minggunya. Hasil mengemisnya di hari biasa dan hasil sampah yang ia dapat waktu memulung tak pernah cukup untuk membeli makanan yang sebenarnya murah bagi anak-anak seusianya yang hidup dikeluarga yang berkecukupan. Jadi hanya hari minggulah kesempatan bagi Michael untuk bisa beli burger itu karena penghasilan mengemisnya berlipat kali ganda disaat ia mengemis didepan gereja.

 Pada suatu hari, seperti minggu-minggu sebelumnya, Michael sudah ada sejak pukul enam pagi didepan gereja itu untuk mengemis. Mobil-mobil mulai datang dan memarkir didepan halaman luas yang ada di gereja itu. Jemaat mulai berdatangan menyalami satu sama lainnya dengan muka ceria. Michael mengeluarkan kaleng susu kecil dan menaruhnya dilantai tepat didepan dirinya yang sedang duduk ditrotoar depan Gereja. Cling, cling, cling.... suara koin-koin dan terkadang uang kertas mulai jatuh dikaleng milik Michael itu. Michael tersenyum puas, dia sudah tak sabar untuk menghitung uang yang ia dapat hari itu untuk membelikan burger kesukaannya. Sepertinya hari ini jumlah jemaat yang datang lebih banyak dari minggu-minggu sebelumnya. Michael menyadari hal ini saat melihat kaleng tempat uangnya penuh lebih cepat dibanding minggu sebelumnya, mengetahui hal ini membuat Michael tersenyum makin lebar saja. Akhirnya jam dinding dekat Gereja menunjukkan pukul tujuh pagi. Kebaktian telah dimulai, jemaat yang lalu lalang masuk Gereja pun mulai sedikit. Ini waktunya Michael menghitung uangnya dan menunggu restoran cepat sajinya itu buka,

Sabtu, 08 November 2014

Yesus Mengasihi Barabas

Matius 27:17  Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?"

Saat itu sudah menjadi kebiasaan bagi bangsa Yahudi untuk membebaskan seorang tawanan di hari-hari raya yang diadakan orang Israel. Disanalah berdiri dua orang diantara Pilatus diatas mimbar, seorang yang bernama Barabas dan Tuhan Yesus sendiri. Pilatus meminta rakyat memilih diantara dua orang ini untuk dibebaskan pada hari itu. Bukankah ini sangat tidak adil? Seorang juruselamat dunia disejajarkan oleh seorang pemberontak dan pembunuh. Apa yang telah dilakukan Tuhan Yesus selain menyembuhkan orang sakit? Atau membebaskan orang yang kerasukan roh jahat? Dan juga membangkitkan orang mati? Tapi disanalah Ia berdiri bersama Pilatus dan seorang keji bernama Barabas menunggu keputusan rakyat. Saat rakyat Israel yang telah buta itu memilih Barabas untuk dibebaskan, rantai yang membelenggu tangannya pun dilepaskan dan Barabas dengan bersukacita turun dari mimbar penghakiman itu sebagai orang bebas dan pergi meninggalkan Tuhan Yesus sendiri diatas mimbar itu.

Dimmite



David mengutuki kebodohannya sendiri. Dia sedang mengandarai Mobil sedannya dengan kecepatan tinggi ditengah guyuran hujan. Saat itu David sedang berada ditengah kota New York pada jam pulang kantor. Dimana-mana terlihat orang-orang dengan pakaian kantor keluar lalu lalang dari gedung-gedung khas kota metropolis itu dengan tergesa-gesa. Hari ini bisa dibilang hari terburuk dalam hidup David. Saham sedang kacau balau, NASDAQ yang merupakan bursa saham terbesar AS dikabarkan hari ini turun lebih dari tujuh persen yang menandakan Amerika Serikat sedang menghadapi jurang resesi lagi. David bekerja sebagai konsultan keuangan di salah satu perusahaan terbesar di New York, jadi berita jatuhnya bursa saham AS sudah cukup membuat dirinya down.

Siang tadi saat David sedang makan siang di restoran yang ada dilantai dasar kantornya, tiba-tiba rekan sekantornya mendatanginya dan memberitahu jika Boss meminta David untuk segera menemuinya. David yang baru memakan tiga sendok saladnya, langsung menuju lift untuk menghadap bossnya itu. Didepan ruangan bossnya, David mengetuk dan mendengar suara “Masuklah..” dari dalam ruangan.

Selasa, 30 September 2014

Hidup Dalam Proses

Mari jujur kepada diri kita masing-masing, sebagai anak Tuhan apakah kita sudah menjadi pribadi seperti yang diingini olehNya? maksudnya begini. Tuhan menciptakan kita untuk menjadi semakin serupa denganNya didalam kehidupan keselamatan kita. Saat pertama kali lahir baru percaya Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, itu artinya kita memasuki kehidupan yang benar-benar sepenuhnya berbeda dari kehidupan kita yang lama. Sebagai manusia ciptaan baru kita merasakan kasih mula-mula yang begitu luar biasa dan berapi-api yang membuat kita begitu bersemangat untuk mengenal Tuhan lebih dekat lagi dari hari ke hari. Dalam kehidupan awal lahir baru, banyak anak-anak Tuhan yang begitu giat menghadiri acara di Gereja, mengambil bagian dalam pelayanan atau membaca Alkitab selama berjam-jam untuk lebih lagi mengenal pribadi Tuhan.

 Tapi seiring berjalannya waktu, tanpa kita sadari perlahan-lahan kasih mula-mula itu mulai padam dalam hati kita. Saat berjalan mengiring Yesus dalam kehidupan lahir baru, kita mau tidak mau atau suka tidak suka akan di PROSES. Pengalaman pemprosesan inilah yang seringkali membuat iman anak Tuhan menjadi lemah sehingga kasih mula-mula kita perlahan menghilang. Sebetulnya Proses ini adalah hal wajar yang pasti dihadapin oleh semua murid-murid Tuhan. Suatu kemustahilan jika ada anak Tuhan yang tak pernah diproses, kehidupan Kekristen bukanlah kehidupan tenang, damai dan bebas hambatan dari semua persoalan. Sebaliknya, kehidupan Kekristenan adalah kehidupan yang penuh dengan tantangan dan pengalaman yang menguji iman kita yang dimaksudkan supaya kita dimurnikan, dibersihkan dan dibentuk agar menjadi anak Tuhan yang serupa dengan Yesus.


Senin, 15 September 2014

Penyembahan

Tuhan menciptakan kita sebagai gambaran dari diriNya sendiri. Kita diciptakan begitu spesial dan unik. Tak ada mahkluk yang begitu disayangi oleh Tuhan seperi Dia mengasihi kita. Hal ini telah dibuktikannya saat Ia meninggalkan surga, masuk kedalam dunia untuk menyelamatakan kita semua yang berdosa. Tahukah kamu jika jarak yang ditempuh Tuhan dari surga menuju bumi itu sangat, sangat jauh? Seorang ayah yang rindu untuk bertemu anaknya mungkin rela menempuh jarak dari ujung aceh sampai ujung papua hanya untuk memeluk anaknya itu.

 Tapi Tuhan menempuh jarak lebih jauh dari itu hanya untuk mencari hati manusia! Meninggalkan surga untuk datang kebumi adalah harga sangat mahal yang telah Tuhan bayar untuk menebus kita manusia yang berdosa. Jadi persembahan apa yang pantas kita berikan pagi Penebus dosa kita itu? Jawabannya adalah PENYEMBAHAN. Ada satu hal yang tak dapat dilakukan Tuhan, yaitu menyembah DiriNya Sendiri. Para malaikat memang ada untuk memuji namaNya setiap waktu di surga tapi malaikat tidak sama dengan manusia, karena Tuhan tidak pernah mati untuk malaikat, Dia mati untuk kita manusia. 


Pikirkan ini sejenak, Tuhan bisa memilih untuk tinggal dimana saja di seluruh planet dialam semesta. Tapi tempat yang Ia pilih untuk tinggal adalah HATI manusia. Bukankah ini alasan yang cukup bagi kita untuk menyembahNya? Malaikat adalah mahluk kudus, tapi malaikat bukanlah mahluk yang ditebus. Malaikat tidak memanggil Tuhan dengan sebutan "Bapa" dan saat malaikat membuat kesalahan, dia dibuang dari surga. Tapi apa yang dilakukan Tuhan saat kita manusia berdosa? Iya... saat kita berdosa, Dialah yang turun dari surga dan mencari kita sehingga kita bisa memanggilNya dengan sebutan Bapa.

Maka menyembahlah dengan ketulusan dan kekaguman terhadap Tuhan. Saat kita menyembah, Tuhan dan seisi surga menyaksikannya karena itulah yang Tuhan nantikan dari kita semua anak-anakNya. Penyembahan bukanlah rutinitas tapi bentuk ucapan syukur dan cara kita untuk berhubungan dengan Tuhan. Maka jadikan penyembahan sebagai gaya hidup kita dan lihatlah, perkara-perkara besar akan kita raih bersama dengan Tuhan.


Yohanes 4:24  Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."


Ditulis oleh: Thomas Mulia. Contributor @GodBesideUs

Sabtu, 02 Agustus 2014

KOMUNITAS

Banyak orang ingin bergabung pada satu komunitas yang sudah "jadi". Karena di komunitas yang sudah "besar" duluan, segala hal sudah teratur dengan baik. Bergabung di Komunitas yang sudah terstruktur rapi, dimana yang tinggal kita lakukan hanyalah bergabung dan mengikuti arus di Komunitas itu, tentulah lebih mudah dan mengasyikkan dibanding harus bergabung di suatu Komunitas baru yang anggotanya masih sedikit, kegiatannya masih belum banyak dan masih belum ada event-event yang "WOW'. Sebenarnya tak ada salahnya bergabung di komunitas manapun. Selama komunitas itu menumbuhkan iman kita dan membuat kita semakin dekat sama Tuhan maka hal itu wajar-wajar saja.
 Tapi perlu diketahui bahwa semua komunitas besar awalnya berasal dari komunitas yang kecil juga. Tak pernah ada suatu komunitas yang "Terlahir" langsung menjadi suatu komunitas yang besar dan berdampak bagi banyak orang. Sudah pasti semua komunitas besar itu awalnya melalui berbagai diproses, menghadapi banyak tantangan dan tak jarang godaan si jahat hingga akhirnya yang tadinya komunitas kecil itu bisa berkembang menjadi suatu komunitas yang dipakai Tuhan secara luar biasa.

Selasa, 06 Mei 2014

Mengampuni Sampai Kapan?

TanganNya berdarah saat memikul salib itu, sakit kepala menyerang sangat hebat pada DiriNya saat darah bercucuran dengan deras keluar dari DahiNya. TubuhNya penuh dengan cambukkan, wajahNya tak dapat dikenali lagi karena telah penuh dengan luka dan memar. Dia ditinggalkan murid-muridNya, orang meludahi tubuhNya dan menyiksa habis-habisan DiriNya. Tapi masih saja ditengah penderitaan yang begitu berat dan sepertinya tak ada habisnya Dia masih mau berdiri tegak dan memikul salibNya itu menuju bukit Golgota. Sepanjang jalan yang tak ber-aspal tapi malah penuh dengan bebatuan yang menyakitkan kaki jika diinjak, Dia dengan rela tanpa keraguan berjalan perlahan-lahan dengan beban yang begitu berat menaiki bukit yang terjal hanya untuk mengorbankan DiriNya sendiri.



 TelingaNya dengan jelas mendengar semua hinaan orang Yahudi yang ditunjukkan pada DiriNya saat berjalan memikul salib. Tapi Ia tak membalas semua hinaan itu, membuka mulutNya  pun tidak. Dengan diam Dia menanggung penderitaan yang begitu berat demi keselamatan orang-orang yang menghinanya itu. Harga begitu mahal dibayarNya saat memberikan keselamatan tapi saat Ia mati tergantung diatas kayu salib itu, tak satu orangpun yang menyaksikan kematiaanNya di atas bukit itu mengucapkan kata "Terima kasih.."

Senin, 24 Maret 2014

Yang Dipilih Tuhan



Pemuda ini begitu ketakutan. Dia baru saja menyangkal nama Tuannya sebanyak tiga kali. Ayam yang berkokok mengingatkan perkataan Tuannya yang sebelumnya telah memperingatkan dia tentang hal ini. Harapan sepertinya telah habis bagi pemuda ini, dia telah meninggalkan Gurunya. Si pemuda merasa sedih, sinar kehidupan perlahan-lahan meninggalkan matanya dan dia merasa jika dia tak memiliki tujuan untuk hidup lagi. Nama pemuda ini adalah Petrus.

Dilain waktu ada seorang pria yang hatinya dipenuhi kebencian. Pria ini menaruh dendam pada semua pengikut Tuhan. Dengan hati yang dipenuhi kemarahan dia berangkat menuju kota Damsyik untuk menganiaya mereka yang menyebut nama Tuhan. Walau pria ini memiliki pengetahuan yang sangat dalam tentang agama tapi ia tak mengenal Tuhan sama sekali. Pria ini begitu membenci nama Yesus sehingga jika walaupun ada seorang yang mendatangi dia dengan berita keselamatan tentang Yesus sepertinya itu akan sia-sia saja. Nama pria ini adalah Paulus.

Rabu, 05 Februari 2014

2000 Years Ago






Dua ribu tahun yang lalu, hal terhebat sepanjang masa terjadi di muka bumi. Dua ribu tahun yang lalu, suatu kejadian mengubah hidup seluruh kehidupan manusia. Dalam keheningan malam di sebuah kota bernama Betlehem lahirlah Bayi Kecil yang membawa dampak besar bagi seluruh umat manusia. KelahiranNya telah diramalkan ribuan tahun, nabi-nabi menulisnya, orang-orang menantikannya. Saat Ia lahir, Dia membawa harta yang tak ternilai harganya. Harta yang nilainya jauh lebih mahal dari emas dan perak. Harta yang tak akan bisa didapat oleh seorang manusia walau dia bekerja mati-matian seumur hidupnya. Walau harganya tak ternilai, tapi siapa sangka jika Ia memberikan harta itu secara cuma-cuma bagi seluruh umat manusia.

Harta itu disebut keselamatan, dan untuk mendapatkan keselamatan itu kita hanya perlu percaya padaNya dengan sepenuh hati. Bayi Kecil yang membawa keselamatan itu nantinya saat besar menjadi Role Model atau teladan bagi miliaran manusia hingga sekarang. HidupNya selama dibumi menjadi cerita yang dibicarakan orang-orang secara turun-temurun. Dari satu kota ke kota lainnya, satu negara ke negara lainnya hingga dari satu ujung kutub ke kutub lainnya, semua orang menyebut namaNya mengaku jika Ia adalah Tuhan yang hidup. Kematian tak berkuasa atasNya, kekuatanNya tak terbatas dan yang paling hebat dariNya adalah kasih luar biasa yang mengalir tercurah bagi seluruh bumi ini bagaikan air yang menutupi dasar laut. Walau Dia telah kembali kesurga sekarang, Dia telah berjanji suatu hari nanti akan kembali untuk menjemput orang-orang yang setia padaNya. 


Rabu, 08 Januari 2014

Sgala Kemuliaan Hanya Bagi Tuhan



Suatu kali Musa merasa cemas, dia baru saja melakukan migrasi massal terbesar dalam sejarah umat manusia, mengeluarkan jutaan bangsa Israel dari tanah Mesir. Sekarang Musa sedang berada di padang gurun bersama dengan segenap bangsa Israel. Dipadang gurun itu Musa meminta pertolongan Tuhan, dan Diapun menjawab permohonanan Musa, kataNya "Permintaanmu akan Kukabulkan, sebab Aku mengenal engkau dan Aku berkenan padaMu" (Keluaran 33:17 BIS) kira-kira apa yang akan diminta Musa? Jelas Musa bisa meminta apa saja yang dia mau dihadapan Tuhan. Dibelakang Musa ada bangsa besar  tukang bersungut-sungut, penyembah berhala dan tak tahu berterimakasih. Jika Musa meminta Tuhan untuk mengubah bangsa Israel menjadi sekumpulan binatang Domba siapa yang dapat menyalahkan dia?





Didepan Musa sekarang ada medan perang melawan orang Het, Yebus... dan masih banyak lagi musuh Israel yang menduduki tanah Kanaan. Sanggupkah Musa membentuk suatu pasukan yang kuat dari orang-orang Ibrani yang kerjanya hanya membangun piramid saat masih di Mesir? Jika Musa meminta kepada Tuhan untuk memindahkan bangsa Israel langsung ke tanah Kanaan tanpa harus berperang dalam sekejap mata, bukannya itu permintaan yang wajar saja?