Kamis, 20 Desember 2012

Believe in God


Amanda berada di atas panggung. Sambil menatap ke depan dan memfokuskan pandangannya di kursi-kursi kosong yang berada tepat di tengah ruangan auditorium sekolahnya itu, Amanda mulai membuka bibirnya dan mulai bernyanyi. Suaranya terdengar bergetar, tangannya yang memegang mic berusaha mengatur jarak dengan bibirnya untuk mengatur suara. Nyanyian yang bagus sebenarnya, tapi saat Amanda sedang menyanyi dia sendiri tahu bahwa dia masih harus terus berlatih jika memang mau memenangkan kompetisi menyanyi untuk memperebutkan beasiawa jurusan kesenian di salah satu universitas terbaik di daerahnya.



 Setelah selesai mengatakan lyric terakhir di lagu yang Amanda nyanyikan, hanya ada satu orang yang bertepuk tangan menyemangatinya, karena memang auditorium sekolahnya saat itu sedang kosong. Dia adalah Michael, teman Amanda sejak kecil. Amanda tersenyum menatap Michael sambil turun dari panggung. "Bagaimana? Apakah penampilanku semakin baik?" tanya Amanda pada Michael, "Ya, tentu saja... Aku rasa kamu akan memenangi kompetisi itu Amanda!" jawab Michael menyemangati Amanda. "Tidak, aku rasa penampilanku tidak jauh berbeda di banding kemarin, Michael gimana dong.. Aku merasa ga mungkin menang!" Amanda berkata khawatir.

Selasa, 04 Desember 2012

Menunggu Selamanya


Hari itu sedang hujan lebat. Michael berlari menebus hujan yang membasahi badannya menuju kampus. Melihat tak mungkin dia bisa sampai ke kampus tepat pada waktunya, Michael memutuskan berteduh di restoran dekat kampusnya. Memasuki restoran Michael langsung melepas jaketnya yang basah dan duduk di salah satu meja kosong restoran itu. Sambil menghembuskan nafas yg berat Michael mengeringkan rambut hitamnya dengan handuk olahraga yg dia ambil di tas punggungnya. Sial betul aku, pikirnya dalam hati..lima menit keluar rumah cuaca masih cerah, lima menit kemudian hujan lebat langsung mengguyur tepat diatas kepalaku!

Minggu, 11 November 2012

Surat Untuk Yesus

Seorang anak kecil perempuan menulis surat dengan tulisan tangannya yang jelek dan berantakan lalu menaruhnya didalam amplop putih polos dan menulis di muka amplop itu dengan perkataan “Untuk Yesus”. yang anak kecil itu tulis adalah ini.

Dear Jesus,


Apa kabar hari ini Tuhan? Apakah hari ini Tuhan menjaga diriku seharian seperti biasanya? Berarti kau melihat apa yang telah dilakukan teman-temanku hari ini, mereka sangat kasar. Mereka mengambil dan merusak boneka kesayanganku lalu membuangnya ke dalam bak sampah, itu membuatku sangat sedih. tapi tak mengapa.. aku percaya Tuhan Yesus telah menyiapkan boneka yang lebih bagus untukku saat aku tidak membalas perbuatan mereka. Hari ini aku hanya makan dua kali, karena seperti biasa aku membagi makan malamku dengan adikku. Kasian dia masih balita dan makan makan begitu sedikit.Tubuhnya juga begitu kurus dan lemah, setiap malam aku berdoa untuk kesehatannya padaMu dan aku percaya Kau selalu menjawab doaku itu.

Minggu, 30 September 2012

Ketenangan Sejati

Matahari menyongsong, pagi hari telah datang. Aku membuka mataku dan melangkahkan kakiku ke ujung ruangan kamarku. Disitu aku menempelkan lututku pada lantai dan melipat tanganku. Kubuka mulutku dan kuucapkan syukurku padaNya. Ku ingat segala kegiatan yang akan aku lakukan hari ini dan kukatakan itu semua padaNya sambil memohon penyertaanNya. Aku tau dia mendengar segala hal yang aku katakana padaNya dari tempat yang tersembunyi.

Senin, 24 September 2012

Tepukan Di Pundak

Seorang anak muda di usia dua puluhan sendirian di kantin dekat kampusnya. Hari itu adalah hari yang buruk baginya. Dia lupa membawa tugas kuliahnya, kehilangan dompetnya dan entah mengapa hari itu locker yang dia miliki tidak bisa dibuka. Saat sedang merenungi nasib sialnya di hari itu seorang temannya menepuk pundaknya dan berkata “Semangat!!” lalu pergi sambil lalu. Pemuda ini yang langsung sadar dari lamunannya tersenyum mendengar perkataan temannya itu dan melanjutkan kegiatannya hari itu.

Senin, 10 September 2012

A Butterfly's Lesson

Suatu hari, muncul di celah kecil pada sebuah kepompong; seorang pria duduk dan memperhatikan calon kupu-kupu tersebut berjuang keras selama berjam-jam untuk mendorong tubuhnya keluar melalui lobang kecil tersebut. Kemudian, tampaknya usaha tsb sia-sia, berhenti dan tidak ada perkembangan yang bararti. Seolah olah terlihat usaha tersebut sudah mencapai satu titik , dimana tidak bisa berkelanjutan. Maka, pria itu memutuskan untuk membantu kupu-kupu itu. Dia mengambil sebuah gunting dan membuka kepompong itu. Kemudian kupu-kupu itu keluar dengan sangat mudahnya.

Minggu, 09 September 2012

Tuhan Hadir





Tuhan Hadir.. Disaat kamu sendirian


Tuhan Hadir.. Disaat yang lain meninggalkanmu


Tuhan Hadir.. Disaat kamu bersedih


Nyalon Yuk!!


Hari ini diajak nyalon sama my friends.. eits gw yang ajak atau mereka yak hehe, lupa. Rencana nya hari ini mau warnain rambut dengan tujuan mau penampilan yang baru dan suasana yang baru.  Karena abis resign dari tempat kerja. Sampe di salon di tanya mau warna apa. Terus gw jawab pengen yang agak terang. Tetapi kenapa ya warnanya susah masuk ke rambut gw. Terus dia pegang rambut gw, oh karena rambut gw terlalu hitam. Mesti di coklatin dulu baru di timpa warna yang lain. Ahirnya gw menyerahkan diri sama ahlinya rambut di salon itu  Dalam hati gw takut juga kalau engga cocok gimana. Kalau keterangan gimana, padahal pengen perubahan.

 Tapi masih ragu. Bahkan di saat udah menyerahkan diri sama ahlinya. Akhirnya proses ngecat mengecat di mulai. Di mulai dengan warnanya coklat. Selagi di kerjain mbanya bilang pernah di cat sendiri yak? Gw jawabkok tahu..” Dia bilang iya berantakan warnanya. Akhirnya rambut gw di keramas. Hasilnya, gw suka banget. Di Tanya gimana bagus ga? Mau warna ini aja atau yang lain? Gw jawab, ini bagus tapi kurang terang. Menurut mba gimana? Dia jawab, ini bagus tapi kalau mau lebih bagus lagi di timpa warna lain aja. akhirnya gw nurut juga. Tapi  setelah di timpa warna lain rambut gw malah jadi item lagi..hasilnya engga sesuai sama keinginan gw. Gw kecewa karena engga sesuai harapan gw.

Kamis, 06 September 2012

Angin Dimana Kau Berada?




Angin di mana kau berada? Kenapa kau tidak berhembus hari ini? Tak tahu kah kau, betapa aku menunggu mu… Dimana kau? Dari pagi aku sudah merasakan panasnya matahari berharap kau datang untuk bertiup. Tapi kau tak kunjung datang. Saat ku merasa matahari begitu menyengat ku, ku berharap kau mau bertiup sedikit menggaruk ku. Dimana kau angin??? Batang pohon berkata-kata sambil melihat kesana kemari. Rasa nya tidak puas hanya berkata pada diri sendiri. Mulai bertanya pada ranting, “Hai ranting,apa kau melihat angin hari ini?”. Ranting menjawab “ iya..ya aku juga tidak merasakannya,kemana dia."

Tuhan Bertindak



Tuhan Bertindak
Seorang Pria berumur dua puluh tahunan berjalan lambat menelusuri trotoar. Pemuda ini terlihat lesu, kepalanya tertunduk, kakinya lebih terlihat menyeret dibanding berjalan, matanya lebam seperti orang yang sudah tidak tidur berminggu-minggu dan Rambut hitamnya acak-acakan tertempel di atas keningnya. Setelah berjalan beberapa saat dia melihat taman dan duduk di salah satu bangku tamannya. Di sebelah bangku yang dia duduki terdapat lampu taman yang mulai redup yang sepertinya mau padam, saat itu tengah malam.

Menembak Bulan





Dua anak remaja sedang berbaring di padang rumput yang terletak pada belakang rumah mereka. Nama mereka berdua adalah Steve dan Alice.Kedua anak ini sedang melihat bulan dan bintang-bintang yang berhamburan di atas langit yang luas. Saat itu telah malam, waktu di jam tangan Steve telah menunjukkan pukul sebelas malam lebih tiga puluh menit. Steve bertanya pada Alice “apa yang sedang kamu pikirkan?” “aku sedang berpikir dimana nanti aku berada sepuluh tahun dari sekarang.” Jawab Alice sambil memejamkan matanya.

Rabu, 05 September 2012

Disaat Yang Lain Diam




Disaat Yang Lain Diam.. Ajar aku Tuhan untuk tanpa rasa takut menceritakan kebaikanMu.

Disaat Yang Lain Diam.. Melihat mereka yang membutuhkan, ajar aku Tuhan untuk menjadi alat uluran tanganMu.

Disaat Yang Lain Diam.. Dan tak melakukan apapun untuk memuliakan namaMu, ajar aku Tuhan untuk mendapat hikmat dariMu agar melakukan pekerjaanMu.

Rabu, 29 Agustus 2012

Karena Tuhan Itu Besar



Pada suatu hari di salah satu cafe di pinggiran kota besar. Duduklah dua orang saling berhadapan dengan dua cangkir kopi panas di depan mereka berdua. Mereka berdua adalah seorang pendeta dan reporter. Si pendeta adalah orang tua berumur enam puluh tahunan dengan rambut ubanan dan garis-garis tipis di wajahnya menggambarkan kebijaksanaan dari pendeta ini. Si reporter adalah seorang wanita muda di pertengahan dua puluh tahunan yang tidak percaya kepada Tuhan dengan tampang tegas yang jelas akan menggali berita hingga akar-akarnya, dan juga dia adalah seorang wanita yang  bersemangat akan pekerjaannya.