Kamis, 06 September 2012

Angin Dimana Kau Berada?




Angin di mana kau berada? Kenapa kau tidak berhembus hari ini? Tak tahu kah kau, betapa aku menunggu mu… Dimana kau? Dari pagi aku sudah merasakan panasnya matahari berharap kau datang untuk bertiup. Tapi kau tak kunjung datang. Saat ku merasa matahari begitu menyengat ku, ku berharap kau mau bertiup sedikit menggaruk ku. Dimana kau angin??? Batang pohon berkata-kata sambil melihat kesana kemari. Rasa nya tidak puas hanya berkata pada diri sendiri. Mulai bertanya pada ranting, “Hai ranting,apa kau melihat angin hari ini?”. Ranting menjawab “ iya..ya aku juga tidak merasakannya,kemana dia."



Batang bertanya pada buah, “kau tahu buah kenapa dia tidak bertiup malam ini? “. Buah pun menjawab “ mungkin dia enggan berhembus malam ini. “ Tak puas bertanya pada ranting dan buah,pohon bertanya pada daun. “ hai daun kenapa dengan angin hari ini? Aku tidak dapat merasakannya. “ Daun menjawab “ batang aku dapat merasakannya “. Batang pun mulai bersuara lebih keras “ Mana? Mana? Kenapa aku tak dapat merasakanya. Aku perlu dia.” Daun pun menjawab “ tenanglah”. Batang bersuara lebih keras lagi “ Mana?? Mana?? Kenapa kau tahu dia ada aku tidak tahu? “. Daun berkata lebih lembut “ diam dan tenanglah, kau pasti dapat merasakanya.”

 Akhirnya batang mengikuti saran daun. Dia mulai diam dan tenang. Perlahan-lahan dia mulai merasakan sesuatu. Yah….dia merasakan angin berhembus,pelan tapi berhembus. Semakin dia tenang,di lebih dapat merasakan angin. Ahhh…angin terima kasih kau ada. Aku berpikir kau tidak berhembus hari ini. Baru kusadari betapa aku membutuhkan mu. Ku pikir kau hanya punya peran kecil dalam hidup ku. Tapi aku perlu engkau. Terima kasih karena hal ini aku menyadari pentingnya setiap hembusan mu.

Saya juga berpikir angin tidak berhembus hari ini. Sengat nya matahari benar-benar membuat ku gerah. Tidak hanya pagi hari ku merasakan panasnya matahari,tetapi sampai malam ku tetap merasakan sengatnya.Berpikir hembusan anggin bisa dapat menghiburku. Ku terlalu sibuk merasakan akibat kau tidak berhembus sampai-sampai,ku tidak merasakan kehadiran mu.


Guys pernah ga ngerasain yang batang pohon rasain?  Itu yang saya rasakan. Dalam satu hari semua datang bertubi-tubi. Hari yang benar-benar menyengat. Mulai dari pagi sampai malam. Semua nya datang bertubi-tubi. Saya sibuk hanya dengan rasa yang tidak enak yang saya alamin. Sampai-sampai saya tidak bisa merasakan TUHAN yang ada di dekat saya. Sibuk bertanya sana sini cuma untuk mencari pembenaran diri. Mencari orang-orang yang merasakan apa yang saya rasakan (cari sekutu). Malu saya jadinya. 

Saya lupa di mana ayat nya,tapi saya ingat dengan Firman Tuhan yang berbunyi demikian “ dengan tinggal tenang terletak kekuatanmu dan tenanglah supaya kamu dapat berdoa.” Terima kasih Roh Kudus yang selalu mengingatkan saya. TUHAN tidak pernah kemana-mana. DIA selalu ada di dekat kita. Tetapi kadang kita sibuk sama apa yang kita rasakan,sampai-sampai kita lupa DIA juga tahu apa yang kita rasakan. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-rang yang mengasihi NYA. Baik atau tidak itu hanya menurut ku, tapi semua yang datangnya dari TUHAN, SELALU BAIK. Buat aku melihat dari sudut pandang MU BAPA. Terima kasih untuk teriknya matahari dengan begitu aku lebih mengandalkan ENGKAU. Terima kasih karena Roh Kudus MU selalu mengingatkan ku. I love you LORD ;)

Ditulis Oleh; Imelda "Nova" Lina. Follow her on twitter @ImeldaNovaLina

0 comments:

Posting Komentar