Entah mengapa tepukan di pundaknya dan perkataan temannya
itu benar-benar menjadi semangat baru baginya, dia mulai melangkah dengan lebih
mantap menuju kampusnya. Di tengah jalan dia menemui seorang gadis kecil miskin yang biasa mengemis di trotoar dekat kampusnya. Biasanya pemuda ini hanya melalui gadis kecil ini tanpa memperdulikannya tapi karena moodnya mendadak bagus dia merogoh tasnya dan mengeluarkan buku kosong dengan pulpen dan memberikannya pada gadis itu sambil berkata "untuk belajar.."
Anak kecil ini mengambilnya sambil tersenyum senang, itu
adalah buku pertama bagus dan bersih yang pertama kali dia dapat dalam
hidupnya. Dari buku pemberian anak muda itu anak kecil ini belajar setiap hari
dan menulis di buku itu. Gadis kecil ini nantinya mendapat beasiswa di
sekolahnya, meraih prestasi di pelajarannya kembali mendapat beasiswa setalah
lulus sekolah di universitas terbaik di negerinya
Hingga bertahun-tahun kemudian dia naik ke atas mimbar
sebagai seorang presiden yang paling di kagumi rakyatnya. Di salah satu
pidatonya sang presiden mengangkat buku tulis tua yang robek sana-sini sambil
berkata dengan tersenyum “tanpa buku ini saya tidak akan berdiri di hadapan
anda sekalian sekarang..” semua terjadi hanya karena “sebuah” tepukan di
pundak.
Ditulis Oleh: Thomas Mulia Contributor @GodBesideUs


0 comments:
Posting Komentar