Senin, 10 September 2012

A Butterfly's Lesson

Suatu hari, muncul di celah kecil pada sebuah kepompong; seorang pria duduk dan memperhatikan calon kupu-kupu tersebut berjuang keras selama berjam-jam untuk mendorong tubuhnya keluar melalui lobang kecil tersebut. Kemudian, tampaknya usaha tsb sia-sia, berhenti dan tidak ada perkembangan yang bararti. Seolah olah terlihat usaha tersebut sudah mencapai satu titik , dimana tidak bisa berkelanjutan. Maka, pria itu memutuskan untuk membantu kupu-kupu itu. Dia mengambil sebuah gunting dan membuka kepompong itu. Kemudian kupu-kupu itu keluar dengan sangat mudahnya.



 Tapi apa yg terjadi? Kupu-kupu itu memiliki tubuh yang tidak sempurna. Tubuhnya kecil dan sayapnya tidak berkembang. Pria itu tetap memperhatikan dan berharap , tidak lama lagi, sayap tersebut akan terbuka, membesar dan berkembang menjadi kuat untuk dapat mendukung badan kupu-kupu itu sendiri. Semua yang diharapkan pria itu tidak terjadi ! Kenyataanya, kupu-kupu tersebut malah menghabiskan seluruh hidupnya merayap dengan tubuhnya yang lemah dan sayap yang terlipat. Kupu-kupu tersebut tidak pernah bisa terbang.

Apa yang pria itu lakukan, dengan segala kebaikan dan niat baiknya, dia tidak pernah mengerti, bahwa perjuangan untuk mengeluarkan badan kupu-kupu dari kepompong dengan cara mengeluarkan seluruh cairan dari badannya adalah suatu proses yang dibutuhkan, sehingga sayapnya dapat berkembang dan siap untuk terbang begitu keluar dari kepompong tersebut,sesuai dengan yang sudah ditentukan oleh TUHAN. Seringkali, Perjuangan adalah sesuatu yg kita butuhkan dalam hidup ini. Jika TUHAN memperbolehkan kita melewati hidup ini tanpa cobaan, hal ini akan membuat kita lemah.. Kita tidak akan sekuat seperti apa yang kita harapkan, dan tidak akan pernah terbang seperti kupu-kupu itu.
 ketika aku meminta kekuatan, TUHAN memberikan kesulitan untuk kuhadapi dan membuatku menjadi kuat. Ketika aku meminta kebijaksanaan, TUHAN memberikan masalah-masalah yang harus kupecahkan. Ketika aku meminta keberanian, TUHAN memberi rintangan untuk kuhadapi. Ketika aku meminta cinta, TUHAN memberikan orang-orang yang dalam kesulitan untuk bisa aku bantu. Ketika aku meminta pertolongan, TUHAN memberiku kesempatan.
“ aku memang tidak menerima apa yang kita minta, tapi aku menerima apa yang kita butuhkan."
Disumbangkan oleh: Felix Alexander follow him on twitter @FelixFrederik

0 comments:

Posting Komentar