Matahari menyongsong, pagi hari telah datang. Aku membuka
mataku dan melangkahkan kakiku ke ujung ruangan kamarku. Disitu aku menempelkan
lututku pada lantai dan melipat tanganku. Kubuka mulutku dan kuucapkan syukurku
padaNya. Ku ingat segala kegiatan yang akan aku lakukan hari ini dan kukatakan
itu semua padaNya sambil memohon penyertaanNya. Aku tau dia mendengar segala
hal yang aku katakana padaNya dari tempat yang tersembunyi.
Minggu, 30 September 2012
Senin, 24 September 2012
Tepukan Di Pundak
Thomas Mulia
Senin, September 24, 2012
No comments
Seorang anak muda di usia dua puluhan sendirian di kantin
dekat kampusnya. Hari itu adalah hari yang buruk baginya. Dia lupa membawa tugas
kuliahnya, kehilangan dompetnya dan entah mengapa hari itu locker yang dia
miliki tidak bisa dibuka. Saat sedang merenungi nasib sialnya di hari itu
seorang temannya menepuk pundaknya dan berkata “Semangat!!” lalu pergi sambil
lalu. Pemuda ini yang langsung sadar dari lamunannya tersenyum mendengar
perkataan temannya itu dan melanjutkan kegiatannya hari itu.
Senin, 10 September 2012
A Butterfly's Lesson
Thomas Mulia
Senin, September 10, 2012
No comments
Suatu hari, muncul di celah kecil pada
sebuah kepompong; seorang pria duduk dan memperhatikan calon kupu-kupu
tersebut berjuang keras selama berjam-jam untuk mendorong tubuhnya
keluar melalui lobang kecil tersebut. Kemudian, tampaknya usaha tsb
sia-sia, berhenti dan tidak ada perkembangan yang bararti. Seolah olah
terlihat usaha tersebut sudah mencapai satu titik , dimana tidak bisa
berkelanjutan. Maka, pria itu memutuskan untuk membantu kupu-kupu itu.
Dia mengambil sebuah gunting dan membuka kepompong itu. Kemudian
kupu-kupu itu keluar dengan sangat mudahnya.
Minggu, 09 September 2012
Tuhan Hadir
Thomas Mulia
Minggu, September 09, 2012
No comments
Tuhan Hadir.. Disaat kamu sendirian
Tuhan Hadir.. Disaat yang lain
meninggalkanmu
Tuhan Hadir.. Disaat kamu bersedih
Nyalon Yuk!!
Thomas Mulia
Minggu, September 09, 2012
No comments
Hari ini diajak nyalon sama my friends.. eits gw yang ajak atau mereka yak hehe, lupa. Rencana nya hari ini mau warnain rambut dengan tujuan mau penampilan yang baru dan suasana yang baru. Karena abis resign dari tempat kerja. Sampe di salon di tanya mau warna apa. Terus gw jawab pengen yang agak terang. Tetapi kenapa ya warnanya susah masuk ke rambut gw. Terus dia pegang rambut gw, oh karena rambut gw terlalu hitam. Mesti di coklatin dulu baru di timpa warna yang lain. Ahirnya gw menyerahkan diri sama ahlinya rambut di salon itu Dalam hati gw takut juga kalau engga cocok gimana. Kalau keterangan gimana, padahal pengen perubahan.
Tapi masih ragu. Bahkan di saat udah menyerahkan diri sama ahlinya. Akhirnya proses ngecat mengecat di mulai. Di mulai dengan warnanya coklat. Selagi di kerjain mbanya bilang pernah di cat sendiri yak? Gw jawab ”kok tahu..” Dia bilang iya berantakan warnanya. Akhirnya rambut gw di keramas. Hasilnya, gw suka banget. Di Tanya gimana bagus ga? Mau warna ini aja atau yang lain? Gw jawab, ini bagus tapi kurang terang. Menurut mba gimana? Dia jawab, ini bagus tapi kalau mau lebih bagus lagi di timpa warna lain aja. akhirnya gw nurut juga. Tapi setelah di timpa warna lain rambut gw malah jadi item lagi..hasilnya engga sesuai sama keinginan gw. Gw kecewa karena engga sesuai harapan gw.
Kamis, 06 September 2012
Angin Dimana Kau Berada?
Thomas Mulia
Kamis, September 06, 2012
No comments
Angin di mana kau berada? Kenapa kau tidak berhembus hari ini? Tak tahu kah kau, betapa aku menunggu mu… Dimana kau? Dari pagi aku sudah merasakan panasnya matahari berharap kau datang untuk bertiup. Tapi kau tak kunjung datang. Saat ku merasa matahari begitu menyengat ku, ku berharap kau mau bertiup sedikit menggaruk ku. Dimana kau angin??? Batang pohon berkata-kata sambil melihat kesana kemari. Rasa nya tidak puas hanya berkata pada diri sendiri. Mulai bertanya pada ranting, “Hai ranting,apa kau melihat angin hari ini?”. Ranting menjawab “ iya..ya aku juga tidak merasakannya,kemana dia."
Tuhan Bertindak
Thomas Mulia
Kamis, September 06, 2012
1 comment
Tuhan Bertindak
Seorang Pria berumur dua
puluh tahunan berjalan lambat menelusuri trotoar. Pemuda ini terlihat lesu,
kepalanya tertunduk, kakinya lebih terlihat menyeret dibanding berjalan,
matanya lebam seperti orang yang sudah tidak tidur berminggu-minggu dan Rambut
hitamnya acak-acakan tertempel di atas keningnya. Setelah berjalan beberapa
saat dia melihat taman dan duduk di salah satu bangku tamannya. Di sebelah
bangku yang dia duduki terdapat lampu taman yang mulai redup yang sepertinya
mau padam, saat itu tengah malam.
Menembak Bulan
Thomas Mulia
Kamis, September 06, 2012
No comments
Dua anak remaja sedang berbaring di padang rumput yang
terletak pada belakang rumah mereka. Nama mereka berdua adalah Steve dan Alice.Kedua
anak ini sedang melihat bulan dan bintang-bintang yang berhamburan di atas
langit yang luas. Saat itu telah malam, waktu di jam tangan Steve telah
menunjukkan pukul sebelas malam lebih tiga puluh menit. Steve bertanya pada Alice
“apa yang sedang kamu pikirkan?” “aku sedang berpikir dimana nanti aku berada
sepuluh tahun dari sekarang.” Jawab Alice sambil memejamkan matanya.
Rabu, 05 September 2012
Disaat Yang Lain Diam
Thomas Mulia
Rabu, September 05, 2012
No comments
Disaat Yang Lain Diam.. Ajar aku Tuhan untuk tanpa rasa takut menceritakan kebaikanMu.
Disaat Yang Lain Diam.. Melihat mereka yang
membutuhkan, ajar aku Tuhan untuk menjadi alat uluran tanganMu.
Disaat Yang Lain Diam.. Dan tak melakukan apapun untuk memuliakan namaMu, ajar aku Tuhan untuk
mendapat hikmat dariMu agar melakukan pekerjaanMu.
Langganan:
Komentar (Atom)


